Besli Pangaribuan adalah penulis dan aktivis yang dikenal melalui keterlibatannya dalam isu-isu sosial, gerakan kepemudaan, serta dinamika politik kebangsaan. Berangkat dari latar belakang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), ia mengembangkan perspektif kritis yang menekankan pentingnya keadilan sosial, partisipasi publik, dan kesadaran kolektif dalam kehidupan berbangsa.

  • Kuota Tanpa Kuasa

    Menjelang Pemilu 2029, partai politik Indonesia menghadapi tekanan yang semakin rumit. Mereka bukan hanya dituntut memenangkan suara di tengah pemilih […]
  • Tubuh yang Diperdagangkan

    Namanya Kusnia. Usianya baru 21 tahun. Ia berasal dari Indramayu—daerah yang selama bertahun-tahun akrab dengan cerita migrasi perempuan, kerja informal, […]
  • Feminisasi Kemiskinan Prekariat Perempuan

    Kemiskinan perempuan sering dibahas dengan cara yang terlalu sederhana. Perempuan dianggap miskin karena kurang pendidikan, kurang bekerja keras, atau tidak […]
  • Ketika Feminisme Dianggap Ancaman bagi Lelaki

    Ada masa ketika kata feminisme terdengar seperti tuduhan. Banyak lelaki buru-buru defensif bahkan sebelum benar-benar mendengar pengalaman perempuan. Kalimat seperti […]
  • Istri Indonesia Tidak Memiliki Nama

    Pernahkah kita sadar, ketika seorang perempuan Indonesia menikah, mereka kehilangan namanya? Mereka tidak lagi disebut dengan nama yang ada di […]
  • Ibuisme Negara dan Warisan Patriarki Orde Baru

    Istilah Ibuisme Negara pertama kali diperkenalkan oleh Julia Suryakusuma untuk membaca bagaimana Orde Barumembentuk identitas perempuan melalui proyek politik negara. […]
  • Lagu Erika HMT ITB dan Budaya Misogini Kampus

    Besli Pangaribuan Di kampus teknik yang selama ini dibayangkan sebagai ruang meritokrasi, rasionalitas, dan kecanggihan intelektual, tubuh perempuan ternyata masih […]
  • Riwayat Kerja PRT

    Kerja domestik di Indonesia selalu dipahami secara ganjil: ia esensial, tetapi tidak dianggap sebagai kerja; ia menopang kehidupan sehari-hari, tetapi […]

WAWASAN